The truth Of Inconvenient World

Inconvenient world, sebuah film yang membuka pikiran kita akan sebuah proses alamiah yang terjadi di dunia seiring dengan berbagai aktivitas manusia yang menjajahnya. Film yang berdurasi dua jam tersebut menggambarkan tentang keadaan dunia yang semakin menyimpang dari titik keseimbangan yang membuatnya sudah tak bersahabat lagi dengan setiap makhluk hidup yang menghuninya. Tanpa kita sadari, sedikit demi sedikit kelalaian yang kita buat dalam menjaga dan merawat alam sekitar kita menjadi bumerang yang amat dahsyat bagi kehidupan manusia seluruhnya. Pelan tapi pasti, berbagai aktivitas alamiah yang mejadi penunjang kehidupan manusia di bumi mulai bergeser dari siklus normalnya. Cuaca yang tak lagi menentu, silkus hujan yang tak bisa diprediksikan, dan berbagai keanehan alam yang terkadang tak disadari oleh kebanyakan manusia. Perubahan suhu rata-rata bumi dikarenakan bumi menyerap energi lebih banyak dari yang dilepaskannya kembali ke atmosfer, sehingga sinar matahari terperangkap dan manajdikan permukaan bumi relatif lebih panas. Imbasnya, terjadi kerusakan permanen pada alam yang dihuni oleh manusia.

Berbagai perubahan negatif siklus alam tersebut pada dasarnya adalah akibat ulah manusia sendiri yang seenaknya saja dalam memanfaatkan alam. Manusia sering bertindak kurang arif dalam menggunakan berbagai fasilitas yang dianugerahkan kepada manusia tersebut. Berbagai kebijakan dan aktivitas perusakan alam manjadi contohnya nyata kebrutalan manusia terhadap alam. Bukti empirik yang mendukung pernyataan tersebut adalah ketika kita melihat berbagai fenomena kesusakan hutan, penggundulan lahan hijau, perluasan kota, pembukaan lahan baru dan banyak lagi karya-karya manusia yang desturktif terhadap bumi yang menyangga segala keperluan hidup manusia.

Pemanasan global dan kesehatan

Salah satu dampak terbesar terjadinya fenomena pemanasan global terhadap manusia adalah pengaruhnya terhadap atmosfer kesehatan penduduk dunia. Data terakhir dari badan kesehatan dunia mengatakan bahwa peningkatan terjadinya penyakit-penyakit infeksi pada sebagaian besar penduduk dunia diidentifikasi karena perubahan lingkungan hidup yang drastis. Iklim dan cuaca yang tidak menentu secara tidak langsung menjadi mediator utama penyebaran berbagai wabah penyakit baru yang menyerang manusia. Contohnya adalah merebaknya parasit yang menggunung di area banjir. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya malaria yang penyebarannay semakin meluas. Selain itu, lingkungan yang menjadi penopang utama kestabilan kesehatan manusia menjadi terpengaruh. Kualitas air menjadi menurun, sumber makanan menjadi terganggu dan banyak fenomena lain yang patut untuk diwaspadai.

Data penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya adalah ebola, flu burung, dan berbagai wabah infeksi yang lain. Adapun, wabah penyakit yang paling rentang menyerang di daerah indonesia adalah penyakit degeneratif karena fungsi vital tubuh semakin menurun dan penyakit menular. Hal ini dikarenakan kondisi dan status gizi sebagaian besar masyarakat indonesia yang tergolong rendah dan lingkungan yang kurang memadai. Beberapa data di atas menunjukkan dampak pemanasan global yang tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia. Adapun, efek langsung pemanasan global dapat menyebabkan kerentanan manusia terhadap penyakit, misal Demam Berdarah serta dapat berefek jangka panjang terhadap kehidupan manusia seperti masalah-masalah psikologis dan sebagainya.

Langkah solutif

Melihat berbagai macam fenomena penurunan tingkat kesehatan penduduk di atas seharusnya membuat kita muali merenung dan berpikir, sudah berapa banyak kontribusi yang kita lakukan terhadap kerusakan itu dan langkah apa yang bisa kita lakukan untuk meredam efek buruk pemanasan global ini. Di bidang kesehatan, kita bisa melakukan langkah prevensi dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Sedikitnya, ada 4 bidang peneliatian kesehatan yang bisa dimaksimalkan untuk menjaga kestabilan kesehatan penduduk, yaitu 1) di bidang gizi, berupa ketersediaan pangan 2) pengembanagn obat-obatan 3) pengendalian penyakit menular dan tidak menular, misalnya tifus, penyakit jantungn dsb. 4) upaya-upaya untuk menghasilkan alat deteksi kesehatan dini. Adapun implementasi empat bidang ini dapat melalui program yang dikenal dengan sistem bio informatika. Yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan minimal bisa menjadi prevensi terhadap berbagai kemungkinan buruj terjadinya peningkatan prevalensi(angka kejadian) penyakit yang ditimbulkan oleh pemanasan global.

Adapun, dari sisi kesehatan lingkungan. Salah satu terobosan yang dapt diterapkan adalah dengan mengembangkan desa sehat. Sebuah prototipe area yang mengutamakan penjagaan lingkungan untuk menunjang keberlangsungan kesehatan warganya. Hal-hal yang sifatnya keteladanan dan contoh berperilaku yang baik dan benar menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan.

Pemanasan global tak akan pernah berhenti sampai kita mengetahui dan menghentikan sumber penyebabnya. Perubahan lingkungan ini di inisiasi oleh manusia sendiri dengan berbagai perilaku beruknya terhdap lingkungan. Maka, sudah selayaknyalah kita mengevaluasi dan memperbaiki berbagai bad conduct yang telah kita lakukan kepada lingkungan tempat kita hidup saat ini. Save our nature!

~ oleh sutarmanisme di/pada Mei 6, 2008.

Tinggalkan Balasan