Berkali-kali terdengar suara teriakan lantang di tengah hiruk-pikuknya kendaraan umum yang melintas di salah satu jalan utama kota ini. Si pemilik suara itu berkali-kali meneriakkan slogan-slogan dan teriakan, “Hidup mahasiswa… Hidup mahasiswa… Hidup mahasiswa…!”. Kata-kata itu menjadi lantunan salam pembuka demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang beratribut resmi lengkap dengan amunisi-amunisi aksi mereka.
Ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh media aktualisasi diri mahasiswa dalam hal berpolitik. Yang menjadi pertanyaan, haruskah kita, yang notabene kaum intelektual muda memfokuskan diri seperti dalam hal-hal yang telah disebutkan di atas? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting bagi kita untuk menyelami makna dan hakikat dari seorang pembelajar yang dikenal dengan sebutan mahasiswa. Lanjutkan membaca ‘Mahasiswa dan Social Awareness’
Mahasiswa dan Social Awareness
•November 8, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarWhere Are You, The Young Moslem?
•November 8, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar
“Saya sering lupa bahwa saya berada di negara yang mayoritas
penduduknya beragama Islam.”
(Vatiahotis, wartawan for Eastern Economic Review)
Kutipan kata-kata diatas tentunya sangat menggelitik benak kita, mengapa? Karena sebenarnya inti dari jawabannya adalah belum tersosialisasikannya nilai-nilai Islam di masyarakat kita yang mayoritas masyarakatnya adalah Muslim. Masih jelasnya perbedaan ditengah umat kita dalam memilah-milah perbuatan ini ibadah atau tidak dan sering pula kita mendalami suatu ilmu, ini ilmu agama dan ini tidak. Inilah sebenarnya dibalik kemunduran umat islam. Pemahaman yang tidak utuh, masih seringnya kita beramai-ramai memperbincangkan masalah yang furu’i, masalah yang kecil-kecil, ini madzab saya dan ini tidak, ini Islam tradisional dan ini Islam moderat. Akan tetapi yang lebih penting, bagaimana kita menyelami nilai-nilai Islam dalam semua sisi kehidupan. Dan ini perlu penggalian konsep-konsep keislaman yang lebih banyak lagi, bagaimana ekonomi islam, manajemen islam, politik islam, pendidikan islam dan sebagainya. Dan ini hanya bisa kalau kita mau memperluas wawasan kita dan menunut ilmu dengan lebih tekun lagi, belajar, belajar, dan belajar. Dan inilah saatnya zaman kebangkitan Islam. Insya Allah.
Mahasiswa dipilih sebagai tokoh kunci kebangkitan islam karena memang memiliki potensi yang besar sebagai agen perubahan. Mahasiswa sebagai segmen pemuda yang tercerahkan karena memiliki kemampuan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang memiliki kemampuan logis dalam berfikir sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sebagai bagian dari pemuda, mahasiswa juga memiliki karakter positif lainnya, antara lain idealis dan energik. Idealis berari (seharusnya) mahasiswa masih belum terkotori oleh kepentingan pribadi, juga belum terbebani oleh beban sejarah atau beban posisi. Artinya mahasiswa masih bebas menempatkan diri pada posisi yang dia anggap terbaik, tanpa adanya resistansi yang lebih besar. Sedangkan energik berarti pemuda biasanya siap sedia melakukan “kewajiban” yang dibebankan oleh suatu ideology manakala dia telah meyakini kebenaran ideology itu. Dengan potensi itu, wajar jika pada setiap zaman kemudian pemuda memegang peranan pening dalam perubahan kaumnya. Lanjutkan membaca ‘Where Are You, The Young Moslem?’
Aborsi dalam Perspektif Moral dan Hukum
•Oktober 23, 2007 • & Komentar
Ketika hak asasi manusia untuk hidup dan menikmati kehidupan, maka pada saat itulah terjadi sebuah kekejaman yang teamat keji. Terlebih lagi ketika yang dibunuh adalah sesosok bayi mungil dalam kandingan ibundanya yang beberapa waktu ke depan akan tumbuh menjadi bayi yang normal. Entah iblis apa yang membujuk sang ibu ketika diputuskan dicabutnya hak hidup sang bayi ke dunia. Memang pada saat ini tidak dapat dipungkiri ketiadaan pengetahuan dari para wanita muda calon ibu yang memang banyak tidak menyadari bahaya dan risiko yang harus ditanggung ketika harus memutuskan melakukan aborsi pada bayi yang sedang dikandungnya. Karena memang porsi aborsi yang saat ini cukup marak terjadi seperti tertulis pada buku Facts of Life oleh Brian Clowes, Phd adalah pada golongan wanita di Amerika berusia di bawah 25 tahun. Bahkan dari 24% dari mereka adalah wanita remaja di bawah 19 tahun Memang tidak dapat dipungkiri terdapat perbedaan dari berbagai variabel antara penduduk Indonesia dan Amerika, akan tetapi data ini bisa dijadikan pertimbangan karena memang secara umum Indonesia belum memiliki data aborsi karena dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Lanjutkan membaca ‘Aborsi dalam Perspektif Moral dan Hukum’

Komentar Terakhir